Puluhan counter usaha makanan dan minimarket Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros dipertanyakan izinya oleh KPTSP Maros

Puluhan counter usaha makanan dan minimarket yang beroperasi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros tidak mengantongi izin usaha dari Pemkab Maros.

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros
Selama ini, hanya Hotel Ibis Budget yang memiliki izin dari Pemkab Maros. Sementara minimarket, restoran dan kafe yang beroperasi tidak memiliki izin yang dikeluarkan oleh Pemkab Maros.

Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPTSP) Maros, Andi Rosman mengatakan, sejak ia menjabat, KPTSP Maros belum pernah mengeluarkan izin usaha seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) untuk usaha-usaha di Bandara.

“Counter makanan dan minimarket di Bandara itu tidak memiliki ijin di Pemkab Maros. Mereka tidak urus izin di Maros,” ujarnya, Kamis (23/6/2016).

Menurutnya, kemungkinan counter usaha tersebut mengurus ijin di Makassar. Padahal seharusnya ijin tersebut diurus di Maros lantaran Bandara berada di daerah Maros.

Kedepan, KPTSP Maros akan melakukan inventarisasi semua usaha yang berada di Bandara, supaya yang belum mengantongi izin segera mengurusnya di Maros.

Sementara itu, Communication and Legal Section Head Angkasa Pura (AP) I, Turah Ajiari mengakui semua counter usaha di Bandara memiliki ijin. Meski pihaknya tidak dapat memastikan di mana perusahaan tersebut mengurus ijin.

“Semua tenant yang beroperasi di Bandara wajib memenuhi persyaratan administrasi yang salah satunya dokumen legal seperti akte pendirian, TDP, SITU, SIUP. Kalau persyaratan tidak lengkap, tidak bisa masuk di Bandara. Izin tersebut diproses berdasarkan domisili kantor pusat usaha,” jelasnya, melalui Tribun Timur. (*)
Share on Google Plus

About Unknown

Terimakasih atas kunjungan anda, sebarberbagi adalah Media Literasi yang mengharapkan tersampainya informasi Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori.

0 comments:

Post a Comment