Dinas Pendidikan (Disdik) memastikan akan menutup 10 sekolah swasta yang ada di Maros. Pasalnya sekolah tersebut sudah tidak menggelar kegiatan belajar mengajar lagi.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Seksi Akreditasi Sekolah dan Lembaga Pendidikan Disdik Maros, Muh Ridwan, Senin (27/6/2016).
Berdasarkan hasil investigasi tim terpadu sekolah Disdik, 10 sekolah tersebut meliputi SMP dan SMA, di antaranya:
- SMP Sanur Moncongloe,
- SMP Nurahma Moncongloe,
- SMP Tris Maros,
- SMP PGRI Satu,
- PGRI 6 Tanralili,
- SMP PGRI 7 Tompobulu,
- SMA Sanur Moncongloe,
- SMA Tris,
- SMA Nurahma Moncongloe dan,
- SMK Widia Karya Bantimurung.
"Kami temukan tidak ada aktivitas sekolah saat kami berkunjung. Kemungkinan besar sekolah itu tidak diberikan lagi perpanjangan operasional mulai 2017 mendatang," katanya.
Padahal 10 sekolah tersebut rutin melaporkan kegiatanya ke Disdik supaya sekolah tersebut mendapatkan Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) dari pemerintah.
Penutupan sekolah tersebut berdasarkan hasil evaluasi kelayakan lembaga pendidikan SMP, SMA dan SMK swasta di Maros. Sekolah tersebut dinilai telah merugikan negara.
![]() |
| Foto SMP, SMA Sanur Moncongloe |
"Sekolah itu sudah harus ditutup. Tidak ada kebijakan lagi. Pemilik sekolah melaporkan kegiatanya setiap bulan, padahal tidak ada proses belajar mengajar. Hal ini merugikan negara karena masih diberikan bantuan,"ujarnya.
Untuk mendapat bantuan BOS, sekolah tersebut diduga membuat daftar siswanya palsu.
Ridwan mengimbau kepada orangtua, supaya lebih selektif untuk melihat sekolah yang layak ditempati anaknya bersekolah.
Dia juga meminta, supaya orangtua tidak membiarkan anaknya mendaftar atau pindah masuk ke 10 daftar sekolah yang ditutup tahun 2017 mendatang itu.
"Kami imbau kepada guru supaya tidak mengambil jam mengajar lagi di sekolah swasta. Tahun 2017 mendatang sekolah itu ditutup," katanya. (*)
sumber : tribun

0 comments:
Post a Comment